Tugas 1

 TUGAS 1/ LATIHAN 1

MENANGGAPI BERITA


T1 (TUGAS 1)

NAMA: AYSHA FAJRIN

NPM: 210104220080

KELAS: B

NAMA SURAT KABAR ONLINE : TRIBUNJABAR

JUDUL BERITA : BURUH SUMEDANG MENOLAK KENAIKAN BBM, APALAGI GAJI TAK NAIK, “KONDISI LAGI PADA SUSAH”

 


TANGGAPAN BERITA:

  Seperti yang diketahui, pemerintah telah menaikan harga  pertalite, solar, dan pertamax pada tanggal 3 September 2022 kemarin. Kenaikan harga BBM yang tinggi tentu membuat banyak warga khawatir dan tidak setuju dengan kenaikan harga BBM yang tergolong besar. Dengan naiknya harga BBM akan banyak warga kalangan menengah kebawah yang terdampak negatif dari kenaikan itu, contohnya para buruh di Sumedang. Dari berita diatas buruh di Sumedang menolak kenaikan BBM bukan tanpa alasan, tetapi keadaan saat ini yang dinilai tidak tepat dan sangat merugikan mereka. Bagaimana tidak, saat ini keadaan kondisi yang sulit dengan dampak ekonomi global di Eropa dan Cina Selatan serta sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) nomor 35 tahun 2021 yang menetapkan gaji buruh tidak akan naik. Hal itu menjadi alasan kuat mengapa para buruh di Sumedang menolak keras kenaikan BBM. Tidak hanya itu, pengeluaran dan penghasilan tergolong tidak seimbang apalagi dengan kenaikan harga BBM akan menjadi tambahan beban untuk para buruh. Ini dinilai tidak adil karena meskipun ada program bantuan untuk para buruh tetapi bantuan itu dinilai tidak tepat sasaran dan tidak merata. 

  Selain itu kenaikan BBM akan berpengaruh kepada perekonomian serta harga sembako yang sangat memungkinkan mengalami kenaikan. Itu di sebabkan karena pedagang terbebani dengan biaya produksi dan transportasi yang tentunya naik karena kenaikan harga BBM ini. Dengan naiknya harga sembako tentunya akan sangat berdampak buruk kepada rakyat kalangan bawah, pengeluaran akan semakin banyak akan tetapi kurangnya pemasukan hal ini bisa memicu kenaikan angka kemiskinan di Indonesia. Rakyat kalangan bawah akan semakin menderita dan melarat karena kenaikan ini. Tidak hanya itu dampak lain dari kenaikan harga BBM adalah naiknya ongkos biaya transportasi umum di Indonesia, dan lagi-lagi rakyak kalangan bawahlah yang akan sangat terdampak dengan kenaikan ini. Pemerintah memang menyediakan angkutan gratis untuk rakyat akan tetapi tidak di semua daerah tersedia. Dengan ini akan banyak rakyat kalangan bawah yang kesulitan serta terbebani dengan ongkos yang bisa menjadi naik dua kali lipat dari harga normal, tentunya lagi-lagi ini akan sangat merugikan kepada rakyat yang kurang mampu. 

  Tidak hanya berdampak kepada perekonomian kenaikan BBM juga akan berdampak kepada aspek sosial masyarakat. BBM sangat di perlukan bagi setiap kalangan baik perusahaan maupun perseorangan, dengan naiknya BBM biaya produksi akan kian naik dan membebani seluruh sektor dan lini bisnis. Akibatnya, perusahaan akan meminimalisir biaya operasional misalnya menghentikan pembukaan lowongan hinggal pemutusan hubungan kerja (PHK), Dengan demikian akan sangat mungkin terjadinya kenaikan angka pengangguran di Indonesia, lalu ini juga akan berdampak kepada angka kemiskinan rakyat Indonesia. Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran bisa memicu banyak hal buruk contohnya demo dan penurunan inflasi di Indonesia dan tentu ini bisa berdampak kepada perdamaian dan kesejahteraan rakyat di Indonesia.

  Dari berita diatas bisa kita simpulkan dengan naiknya harga BBM akan berpengaruh besar kepada perekonomian, aspek sosial, keberlangsungan hidup masyarakat serta sektor-sektor penting di kalangan masyarakat Indonesia. Lalu kita juga mengetahui yang akan sangat terdampak buruk dengan kenaikannya harga BBM adalah masyarakat kalangan bawah. Pengaruh yang besar dari kenaikan BBM bisa memicu banyak hal buruk jika tidak di tangani dengan bijak oleh pemerintah. Buruh, pedagang, supir angkutan umum, ojek menjadi salahsatu yang akan terdampak dari naiknya harga BBM


Link berita:

https://jabar.tribunnews.com/2022/09/05/buruh-sumedang-menolak-kenaikan-bbm-apalagi-gaji-tak-akan-naik-kondisi-lagi-pada-susahBM. 













JUDUL BERITA: BOIKOT BOLLYWOOD & SENTIMEN AGAMA


TANGGAPAN BERITA:

  Bollywood adalah nama tidak resmi untuk industry film India. Nama "Bollywood" berasal dari gabungan Bombay (nama lama untuk Mumbai) dan Hollywood. Bollywood adalah produsen film terbesar di India sekaligus salah satu produsen film terbesar di dunia. Film-film Bollywood secara resmi disebut sinema Hindi. Lalu boikot sendiri adalah tindakan/wujud protes sekelompok orang terhadap seseorang atau organisasi tertentu dengan cara menolak untuk menggunakan, membeli, atau berurusan dengan pihak yang diboikot. 

  Akhir-akhir ini industri film India meredup di tengah kebencian terhadap bintang berlatar isu suku, ras, agama dan antar golongan (SARA). Salah satunya yang sedang hangat-hangatnya di perbincangkan oleh berita diatas, film Amir khan mendapatkan kebencian serta boikot hingga menyebabkan film tersebut di tarik dari penayangan.#boycottbollywood #BoycottlaalSingChadda menjadi trending di twitter berbulan-bulan sebelum Agustus 2022 sebagai bentuk protes terhadap film Amir khan, ini disebabkan karena Amir Khan beragama islam dan juga penganut anti-Budha . Ini dilakukan oleh oknum atau kelompok anti-islam untuk mengutarakan kebencian mereka, mereka menganggap bahwa film tersebut menyakiti sentimen Hindu. Ini bukan pertama kali terjadi di kalangan artis selain Amir khan, actor lain terutama marga Khan deperti Syah Rukh Khan dan Saif Ali Khan telah di benci banyak orang di media social mereka mencemooh merujuk pada asal klan mereka. Industri film menurut mereka didominasi oleh muslim dan “sangat tidak india” atau “tidak Hindu”. Ini menyebabkan pandangan masyarakat luar terutama beragama islam terhadap India menjadi buru, bukan hanya karena rasis tetapi kurangnya toleransi dan penindasan terdahap agama lain termasuk islam. 

  Sebenarnya tidak hanya di India, banyak negara yang menganut anti-islam. Penindasan, penghilangan hak, hingga pembunuhan kerap terjadi di kalangan muslim di berbagai negara penganut anti-islam. Tetapi meskipun sebanyak apapun korban jiwa banyak organisasi penting dunia dan berbagai negara tutup telinga dan mata mengenai hal itu. Seolah tidak terjadi apapun penindasan terhadap muslim dianggap suatu kewajaran dan hal lumrah yang tidak penting. Di Indonesia sendiripun banyak terjadi penistaan agama oleh banyak kalangan mulai dari rakyat biasa hingga pejabat/orang penting negara. Hal yang sangat miris dan menyedihkan jika nyatanya di luar sana banyak orang menjadi korban bahkan hingga kehilangan nyawa karena mempertahankan kepercayaan mereka dan melindunginya. Tokoh terkenal mantan presiden Amerika Donal Trump termasuk salah satu orang yang menganut anti islam dan mendukung menghilangan muslim itu sendiri di negaranya. Sebenarnya tidak hanya islam yang di tindas ada beberapa suku serta agama lain yang hampir sama dengan islam. Kurangnya rasa toleransi, pemahaman perbedaan hingga macam-macam kepercayaan menjadi salah satu factor terjadinya rasis antar umat.

  Rasis antar umat nyatanya masih sangat sering terjadi, mulai dari hal teringan (ejekan) hingga terberat yaitu penghilangan nyawa. Masih banyak orang yang tidak terbuka kepada pemahaman perbedaan antar umat, mirisnya terkadang hal ini dianggap sepele dan hal yang biasa. Anti-islam, anti-budha , anti-kristen dan banyak anti agamanya lainnya menjadi bukti bahwa masih sangat kecil pembuktian dari bentuk keadilan serta hak memilih kepercayaan. Di Jerman anti-islam menyerang, membully, dan segala jenis serangan rasial di lontarkan kepada remaja Islam disana. 1.000 kasus serangan anti muslim di laporkan di Australia, penggunaan kata islamophobia di kanada. Itu sedikit bukti dari rasis yang di dapat umat islam yang ada di seluruh dunia, tetpi mengapa hal ini seolah dianggap remeh dan tidak berarti apapun dimata dunia?

  Dari berita dan semua kasus yang ada diatas membuktikan masih tingginya tingkat rasis di dunia. Ada anti-islam,anti-budha dan anti-anti agama lainnya, ini menjadi pandangan dan pelajaran kepada kita untuk mulai membangun rasa toleransi mulai dari hal terkecil hingga hal terbesar. Kita juga harus saling menjaga antar umat beragama dan melindungi agar hak setiap orang sama rata. Mulai dari kita mari kita perjuangkan hak-hak yang sudah sangat seharusnya kita miliki tanpa pandangan asal darimana atau dari agama apa. Semua penganut agama apapun berhak mendapatkan keamanan, memperoleh kenyamanan dan diberikan hak secara bebas. Setelah baca ini pengalaman tentang rasisme ini harus menjadi pelajaran bahwa semua agama berada di kedudukan yang sama dan semua penganut agama apapun berhak atas dirinya dan agama mereka masing-masing.


KORAN REPUBLIKA, 6 SEPTEMBER 2022

Komentar

Postingan Populer