UTS-210104220080-AYSHA FAJRIN- FEATURE

 UJIAN TENGAH SEMESTER (1)

NPM : 210104220080

NAMA : AYSHA FAJRIN

SEMESTER : 1

KELAS : B

MATA KULIAH : DASAR PENULISAN MEDIA

 

  • ·         TEMA: Perjuangan
  • ·         TOPIK:

 

Kebakaran dahsyat yang melanda pabrik triplek di Bandung menjadi hal yang memprihatinkan sekaligus menegangkan, sebab si jago merah sangat sulit di kalahkan, 37 jam pemadam kebakaran berjuang demi menaklukan panasnya si jago merah.

 

·         JUDUL: Inilah Sosok Pahlawan di Seokarno-Hatta

·         KERANGKA:

1.      INTRO

Ngiuuuuu ngiuuu! Suara sirine mobil damkar menggelegar, memunculkan ke khawatiran di Jalan Seokarno Hatta No.501, Bandung, mobil itu melaju dengan cepat ke tempat si jago merah mengamuk. Kebakaran itu terjadi di gudang Triplek, amukan si jago merah masih belum bisa di taklukan. Sekelompok orang berbaju orange, topi orange dengan cekatan berbondong bondong membujuk agar si jago merah berhenti mengamuk.

 

Dag-dig-dug suara jantung petugas yang begitu khawatir melihat si jago merah masih belum mau mengalah, masyarakat luluh lantah tak karuan menambah tegangnya suasana saat itu. Asap dan api yang panas tak akan bisa menghentikan tekad mereka untuk bisa mengalahkan kuatnya si jago merah. Lelah dan letih sudah mereka abaikan, rasa lapar dan haus sudah mereka singkirkan. Keinginan mereka saat ini adalah semoga si jago merah bisa mengalah.

 

2.      PERANGKAI TUBUH (ISI)

Perangkai:

 

 Dedy sebagai petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, menuturkan bahwa pemadaman ini sudah berlangsung 18 jam tetapi api masih belum padam. Damkar sudah mengerahkan seluruh pasukan untuk menangani kobaran api. Petugas saat ini akan berusaha lebih keras agar kobaran api bisa padam.

 

Tubuh:

Kebakaran di gudang triplek Bandung menjadi salahsatu kebakaran yang memakan waktu begitu lama. Ini bukan kali pertama gudang mengalami kebakaran, material yang mudah terbakar menjadi salah satu kemungkinan mengapa kebakaran ini bisa terjadi.

 

Sudah hampir 20 jam, api masih belum bisa di padamkan. Lokasi yang sulit di akses dan material gudang berasal dari kayu yang menyebabkan api sulit di padamkan. Dan begitu juga dengan pasokan air menjadi hambatan petugas dalam memadamkan api.

 

Kondisi di lokasi kebakaran masih begitu riuh, suara sirine mobil pengangkut air bergantian menuju lokasi kebakaran. Tim medis selalu bersiaga untuk menjaga menangani petugas yang terluka. Lokasi juga di padati oleh beberapa warga yang penasaran.

 

Seolah tidak ada kata lelah, petugas begitu cekatan dan teliti untuk menyisir area agar api bisa di taklukan. Berjam-jam mereka lewati untuk membuat api padam, kebulan asap dan panasnya api mereka terjang dengan harapan api bisa padam. Dedy petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, mengungkapkan bahwa memadamkan api ini tentu akan merasakan lelah tetapi ini sudah tanggung jawab mereka.

 

“ Selama memadamkan api tentu kami lelah itu hal yang manusiawi, apalagi kami menghiraukan rasa kantuk, lapar, dan haus. Tetapi ini sudah menjadi kewajiban dan tugas kami, rasa lelah kami akan terbayarkan dengan padamnya kobaran api ini,” ujar Dedy

 

Melihat begitu hebatnya perjuangan pemadam kebarakaran, Mario dari SMP Kemala Bhayangkari mengungkapkan ke kagumannya terhadap perjuangn pemadam kebakaran.

 

“ Saya begitu takjub dengan perjuangan petugas pemadam kebakaran yang berjuang memadamkan api sejak kemarin malam, mereka pasti sangat lelah tapi mereka memilih untuk terus berjuangan memandamkan api. Pasti tidak mudah menjadi pemadam kebakaran harus meninggalkan keluarganya dan mempertaruhkan nyawa mereka demi orang yang belum tentu mereka kenal. Saya sangat bangga dan terharu, untuk seluruh petugas SEMANGAT DAN TERIMAKASIH KALIAN HEBAT!,” ujar Mario

 

Penutup:

 

Kebakaran akhirnya bisa di padamkan Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan bencana (Diskar PB) Kota Bandung Setelah 37 jam. Dengan segala upaya dan perjuangan petugas akhirnya kobaran api di pabrik triplek berhasil di padamkan. Dedy petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, menitipkan pesan untuk masyarakat agar lebih peduli dan mengetahui dasar dari penanganan bencana terutama kebakaran.

 

“ Harapan saya untuk masyarakat, saya harap masyarakat bisa peduli dengan keadaan sekitar. Tidak lupa juga masyarakat juga harus tahu mengenai nomor penting seperti nomor pemadam kebakaran, ambulance dan polisi. Kami terkadang telat di hubungi jika ada kebakaran karena kebanyakan masyarakat tidak tahu dan mereka menyalahkan kami karena telat datang ke lokasi. Dan satu lagi ketika ada kebakaran atau kejadian lain kami harap masyarakat bisa membantu bukan malah mengerumuni tempat, itu menjadi hambatan kami dalam bertindak,” ujar Dedy

 

Di balik usainya amukan si jago merah ada para pejuangan yang mempertaruhkan diri mereka demi kenyamanan bersama. Dan sejak padamnya api mereka berhak mendapatkan gelar pahlawan.

 

·         TULISAN

 Inilah Sosok Pahlawan di Seokarno-Hatta

 



 

 Ngiuuuuu ngiuuu! Suara sirine mobil damkar menggelegar, memunculkan ke khawatiran di Jalan Seokarno Hatta No.501, Bandung, mobil itu melaju dengan cepat ke tempat si jago merah mengamuk. Kebakaran itu terjadi di gudang Triplek, amukan si jago merah masih belum bisa di taklukan. Sekelompok orang berbaju orange, topi orange dengan cekatan berbondong bondong membujuk agar si jago merah berhenti mengamuk.

 

Dag-dig-dug suara jantung petugas yang begitu khawatir melihat si jago merah masih belum mau mengalah, masyarakat luluh lantah tak karuan menambah tegangnya suasana saat itu. Asap dan api yang panas tak akan bisa menghentikan tekad mereka untuk bisa mengalahkan kuatnya si jago merah. Lelah dan letih sudah mereka abaikan, rasa lapar dan haus sudah mereka singkirkan. Keinginan mereka saat ini adalah semoga si jago merah bisa mengalah.

 

Dedy sebagai petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, menuturkan bahwa pemadaman ini sudah berlangsung 18 jam tetapi api masih belum padam. Damkar sudah mengerahkan seluruh pasukan untuk menangani kobaran api. Petugas saat ini akan berusaha lebih keras agar kobaran api bisa padam.

 

Kebakaran di gudang triplek Bandung menjadi salahsatu kebakaran yang memakan waktu begitu lama. Ini bukan kali pertama gudang mengalami kebakaran, material yang mudah terbakar menjadi salah satu kemungkinan mengapa kebakaran ini bisa terjadi.

 

Sudah hampir 20 jam, api masih belum bisa di padamkan. Lokasi yang sulit di akses dan material gudang berasal dari kayu yang menyebabkan api sulit di padamkan. Dan begitu juga dengan pasokan air menjadi hambatan petugas dalam memadamkan api.

 

Kondisi di lokasi kebakaran masih begitu riuh, suara sirine mobil pengangkut air bergantian menuju lokasi kebakaran. Tim medis selalu bersiaga untuk menjaga menangani petugas yang terluka. Lokasi juga di padati oleh beberapa warga yang penasaran.

 

Seolah tidak ada kata lelah, petugas begitu cekatan dan teliti untuk menyisir area agar api bisa di taklukan. Berjam-jam mereka lewati untuk membuat api padam, kebulan asap dan panasnya api mereka terjang dengan harapan api bisa padam. Dedy petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, mengungkapkan bahwa memadamkan api ini tentu akan merasakan lelah tetapi ini sudah tanggung jawab mereka.

 

“ Selama memadamkan api tentu kami lelah itu hal yang manusiawi, apalagi kami menghiraukan rasa kantuk, lapar, dan haus. Tetapi ini sudah menjadi kewajiban dan tugas kami, rasa lelah kami akan terbayarkan dengan padamnya kobaran api ini,” ujar Dedy

 

Melihat begitu hebatnya perjuangan pemadam kebarakaran, Mario pelajar dari SMP Kemala Bhayangkari mengungkapkan ke kagumannya terhadap perjuangn pemadam kebakaran.

 

“ Saya begitu takjub dengan perjuangan petugas pemadam kebakaran yang berjuang memadamkan api sejak kemarin malam, mereka pasti sangat lelah tapi mereka memilih untuk terus berjuangan memandamkan api. Pasti tidak mudah menjadi pemadam kebakaran harus meninggalkan keluarganya dan mempertaruhkan nyawa mereka demi orang yang belum tentu mereka kenal. Saya sangat bangga dan terharu, untuk seluruh petugas SEMANGAT DAN TERIMAKASIH KALIAN HEBAT!,” ujar Mario

 

Kebakaran akhirnya bisa di padamkan Petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan bencana (Diskar PB) Kota Bandung Setelah 37 jam. Dengan segala upaya dan perjuangan petugas akhirnya kobaran api di pabrik triplek berhasil di padamkan. Dedy petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung, menitipkan pesan untuk masyarakat agar lebih peduli dan mengetahui dasar dari penanganan bencana terutama kebakaran.

 

“ Harapan saya untuk masyarakat, saya harap masyarakat bisa peduli dengan keadaan sekitar. Tidak lupa juga masyarakat juga harus tahu mengenai nomor penting seperti nomor pemadam kebakaran, ambulance dan polisi. Kami terkadang telat di hubungi jika ada kebakaran karena kebanyakan masyarakat tidak tahu dan mereka menyalahkan kami karena telat datang ke lokasi. Dan satu lagi ketika ada kebakaran atau kejadian lain kami harap masyarakat bisa membantu bukan malah mengerumuni tempat, itu menjadi hambatan kami dalam bertindak,” ujar Dedy

 

Di balik usainya amukan si jago merah ada para pejuangan yang mempertaruhkan diri mereka demi kenyamanan bersama. Dan sejak padamnya api mereka berhak mendapatkan gelar pahlawan.

 

SUMBER:

1.      Narasumber

·         Dedy (45) petugas Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pusat Kota Bandung

·         Mario (14) pelajar dari SMP Kemala Bhayangkari

2.      Berita

·         LAMPOST.CO.Kebakaran Pabrik Triplek di Bandung Padam Setelah 37 Jam Berkoar. https://m.lampost.co/berita-kebakaran-pabrik-triplek-di-bandung-padam-setelah-37-jam-berkobar.html

 

FOTO









Komentar

Postingan Populer